Saluran pernapasan bayi masih sangat sensitif. Rumah yang lembap akibat atap bocor atau ventilasi buruk dapat menjadi tempat tumbuhnya jamur yang memicu batuk, pilek berulang, dan alergi. Menyiapkan rumah yang sehat sama pentingnya dengan menyiapkan perlengkapan bayi.
Dari Atap ke Paru-Paru
Kebocoran kecil di atap yang dibiarkan dapat membasahi plafon dan dinding. Kelembapan ini menjadi tempat ideal bagi jamur. Spora jamur yang terhirup dapat memicu gejala alergi dan memperburuk asma, terutama pada bayi dan anak kecil.
Tanda-Tanda yang Perlu Diperhatikan
Noda kecokelatan di plafon, bercak hitam atau hijau di sudut dinding, cat menggelembung, dan bau apak adalah tanda adanya masalah kelembapan. Periksa juga talang dan genteng setelah hujan deras.
Perbaiki Sebelum Bayi Datang
Periksakan atap oleh kontraktor atap profesional dan perbaiki kebocoran pada trimester kedua agar rumah sudah kering dan bersih saat bayi lahir. Ibu hamil sebaiknya tidak ikut membersihkan jamur secara langsung; serahkan kepada anggota keluarga lain dengan masker dan sarung tangan.
Atasi sumber kebocoran terlebih dahulu; membersihkan jamur tanpa memperbaiki sumbernya hanya bersifat sementara.
Menjaga Kualitas Udara Kamar Bayi
Buka jendela di pagi hari agar sinar matahari dan udara segar masuk, hindari menjemur pakaian di dalam kamar, dan jauhkan asap rokok dari rumah. Suhu kamar yang sejuk dan nyaman membantu bayi tidur lebih nyenyak.