Sakit kepala, flu, atau sembelit adalah keluhan umum selama kehamilan dan menyusui. Namun tidak semua obat aman bagi janin atau bayi yang menyusu. Bertanya kepada apoteker atau dokter sebelum minum obat adalah kebiasaan sederhana yang sangat penting.
Mengapa Harus Berhati-hati?
Sebagian obat dapat melewati plasenta dan memengaruhi perkembangan janin, terutama di trimester pertama ketika organ-organ sedang terbentuk. Pada ibu menyusui, sebagian obat juga dapat masuk ke dalam ASI dalam jumlah tertentu.
Obat Bebas Pun Perlu Ditanyakan
Beberapa obat pereda nyeri, obat flu kombinasi, dan obat herbal yang dijual bebas tidak dianjurkan pada kehamilan, terutama pada usia kehamilan tertentu. Jangan menganggap obat yang dijual tanpa resep pasti aman untuk ibu hamil. Sampaikan usia kehamilan saat membeli obat di apotek.
Suplemen dan Jamu
Asam folat, zat besi, dan kalsium biasanya dianjurkan, tetapi dosisnya perlu disesuaikan. Jamu dan suplemen herbal juga perlu didiskusikan karena tidak semuanya teruji keamanannya bagi ibu hamil dan menyusui.
Bawa daftar semua obat, vitamin, dan jamu yang Anda konsumsi saat kontrol kehamilan.
Jangan Menghentikan Obat Sendiri
Ibu dengan kondisi kronis seperti hipertensi, epilepsi, asma, atau depresi tidak boleh menghentikan obat tanpa berkonsultasi. Dokter dapat menyesuaikan terapi agar aman bagi ibu dan bayi.