Menggunakan kembali furnitur keluarga atau membeli barang bekas adalah cara hemat dan ramah lingkungan untuk menyiapkan kamar bayi. Namun furnitur untuk bayi harus memenuhi standar keamanan, dan proses refinishing perlu dilakukan dengan cermat.
Periksa Keamanan Boks Bayi
Jarak antarjeruji boks bayi harus cukup rapat agar kepala bayi tidak terjepit. Hindari boks dengan sisi yang bisa diturunkan model lama, sekrup yang longgar, atau bagian yang retak. Kasur harus pas tanpa celah di tepi boks. Boks yang terlalu tua mungkin tidak lagi memenuhi standar keamanan saat ini.
Waspadai Cat Lama
Furnitur lama bisa saja dilapisi cat yang mengandung timbal. Bayi yang menggigit tepi boks berisiko terpapar. Jika ragu, gunakan alat uji timbal atau serahkan kepada jasa refinishing profesional, dan jangan mengamplasnya sendiri, apalagi saat sedang hamil.
Refinishing yang Aman
Gunakan cat dan pelapis berbasis air dengan kandungan VOC rendah yang diberi label aman untuk mainan atau furnitur anak. Lakukan pengecatan di luar rumah atau di ruangan berventilasi baik, dan biarkan furnitur mengering serta mengeluarkan bau selama beberapa minggu sebelum dimasukkan ke kamar bayi.
Selesaikan proyek refinishing jauh sebelum hari perkiraan lahir.
Tata Kamar yang Aman
Kencangkan lemari dan rak ke dinding agar tidak terguling. Jauhkan tali gorden dari boks. Untuk tidur yang aman, letakkan bayi telentang di kasur yang rata tanpa bantal, selimut tebal, atau boneka di dalam boks.