Bagi perempuan yang terbiasa berlari di jalur pegunungan, kehamilan sering memunculkan pertanyaan: apakah masih boleh berolahraga? Kabar baiknya, aktivitas fisik umumnya dianjurkan selama kehamilan yang sehat, dengan sejumlah penyesuaian.
Manfaat Tetap Aktif
Olahraga teratur selama kehamilan dapat membantu menjaga kebugaran, mengurangi nyeri punggung, memperbaiki kualitas tidur dan suasana hati, serta membantu mengendalikan kenaikan berat badan. Anjuran umum adalah aktivitas intensitas sedang sekitar 150 menit per minggu, bila tidak ada kontraindikasi.
Penyesuaian bagi Pelari dan Pendaki
Ibu yang sudah terbiasa berlari biasanya boleh melanjutkan dengan intensitas yang diturunkan. Gunakan uji bicara: Anda harus tetap bisa bercakap-cakap saat berolahraga. Hindari medan teknis yang berisiko jatuh, ketinggian ekstrem tanpa aklimatisasi, dan berolahraga di cuaca sangat panas.
Aktivitas yang Perlu Dihindari
Olahraga dengan risiko benturan atau jatuh tinggi, seperti bela diri kontak, berkuda, ski menuruni lereng, dan menyelam, sebaiknya dihindari. Setelah trimester pertama, hindari berbaring telentang dalam waktu lama saat berolahraga.
Selalu konsultasikan rencana olahraga dengan bidan atau dokter Anda.
Tanda Harus Berhenti
Hentikan olahraga dan hubungi tenaga kesehatan bila terjadi perdarahan, keluar cairan dari jalan lahir, nyeri dada, pusing, sesak napas berlebihan sebelum beraktivitas, kontraksi teratur yang nyeri, atau nyeri dan bengkak di betis.